Fatwa Ulama Seputar Kedokteran

Hukum Memberi Vaksin kepada Anak

Asy-Syaikh Ibnu Baz rohimahullohu pernah ditanya : “Apa hukum berobat sebelum terjadinya penyakit, seperti imunisasi atau vaksinasi?”

Beliau rohimahullohu menjawab :

“Tidak mengapa berobat bila dikhawatirkan terjadinya penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab yang lain yang dikhawatirkan terjadinya penyakit karenanya. Maka tidak mengapa mengkonsumsi obat untuk mengantisipasi penyakit yang dikhawatirkan.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam dalam hadist yang shohih : “Barangsiapa yang di waktu pagi memakan tujuh butir kurma madinah, maka tidak akan mencelakakan dia sihir ataupun racun.” (Muttafaqun ‘alaihi dari hadist Sa’d bin Abi Waqosh rodhiallohu anhu).

Ini termasuk dalam bab menghindari penyakit sebelum terjadinya. Demikian pula bila dikhawatirkan terjadi sebuah penyakit lalu dilakukan vaksinasi/imunisasi untuk melawan penyakit tersebut yang terdapat di suatu negeri atau negeri manapun, tidak mengapa melakukan hal demikian dalam rangka menangkalnya. Sebagaimana penyakit yang telah menimpa itu diobati, maka diobati pula penyakit yang dikhawatirkan akan menimpa.

Akan tetapi tidak boleh memasang jimat-jimat dalam rangka menangkal penyakit, jin atau bahaya mata dengki. Karena Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam melarang hal tersebut. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam telah menerangkan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, maka wajib berhati-hati darinya.”

(Majmu’ Fatawa wa Maqolat Ibni Baz, 6/21)

Sumber : Majalah Asy-Syariah Vol. V/No. 58/1431 H/2010

Artikel Terkait :

  1. Kenapa Harus Imunisasi?
  2. perlukah imunisasi?