Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Tidur adalah kenikmatan dari Allah Azza Wajalla, seorang manusia akan merasakan ketenangan dan istirahat yang baik tatkala diberi kesepatan untuk tidur. Sebaliknya, seseorang yang mengalami kesulitan tidur (insomnia) akan merasa tidak nyaman, gelisah, dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit yang lain. Namun sebaliknya, berlebihan tidur juga dapat memudaratkan bagi dirinya.

Orang arab berkata:

كل ما زاد عن حده انقلب إلى ضده

Segala sesuatu yang melebihi batasnya, akan berubah menjadi lawannya

Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui kadar tidur yang menjadi rutinitas kita, dan juga waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah adalah resep yang sangat tepat bagi anda yang ingin mengatur waktu tidurnya. Beliau mengatakan:

“perusak kelima :

Banyak tidur

Sesungguhnya hal itu mematikan hati dan memberatkan badan, menyia-nyiakan waktu, serta mewariskan keseringan lalai dan kemalasan. Diantaranya ada yang sangat dibenci, diantaranya pula ada yang memudaratkan dan tidak memberi manfaat bagi tubuh. Tidur yang paling bermanfaat adalah : ketika tidur itu sangat dibutuhkan, dan tidur diawal malam lebih baik dan lebih bermanfaat daripada akhirnya. Tidur dipertengahan hari lebih baik dari dua ujungnya (awal dan akhir siang) yang sedikit manfaatnya dan banyak kemudaratannya, apalagi tidur diwaktu ashar, demikian pula tidur diawal siang, kecuali bagi orang yang begadang dimalam hari.

Termasuk diantara hal yang dibenci: tidur antara shalat subuh dan terbitnya matahari , sebab itu waktu ghanimah (meraih kemenangan/manfaat yang besar) dan beramal diwaktu tersebut –menurut yang telah berpengalaman- memiliki keistimewaan yang besar, bahkan meskipun mereka berjalan sepanjang malam, tidak diperkenankan untuk beristirahat dari perjalanannya diwaktu itu hingga terbitnya matahari, sebab itu merupakan awal siang dan pembukanya, dan waktu turunnya rezki untuk mendapatkan bagian, meraih berkah, dan waktu itu adalah permulaan tumbuhnya siang, dan semua keadaan akan ditentukan dengan kondisi (pagi hari) tersebut, maka sepantasnya tidur yang dilakukannya seperti tidurnya orang yang terpaksa.

Maka kesimpulannya, adalah tidur yang paling baik dan bermanfaat adalah tidur dipertengahan malam pertama dan seperenam malam terakhir, yaitu sekitar 8 jam, dan ini merupakan tidur yang paling baik menurut para dokter. Apabila bertambah atau berkurang maka akan memberi pengaruh penyimpangan dalam kebiasaannya sesuai kadar porsi yang dilakukannya.

Termasuk diantara tidur yang tidak bermanfaat pula: adalah tidur diawal malam setelah terbenamnya matahari hingga berlalunya awal waktu isya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membenci tidur diwaktu tersebut, yang menunjukkan bahwa hal ini dibenci baik secara syariat demikian juga tabiat.

Banyak tidur juga dapat mewariskan berbagai macam penyakit, dan meninggalkan tidur dan melawannya juga dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya lainnya, menyebabkan buruknya proses metabolisme tubuh dan menyebabkan keringnya, kelainan jiwa, dan mengeringnya bagian-bagian tertentu yang lembab yang berpengaruh kepada pemahaman dan kinerjanya. Demikian pula dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang membinasakanyang seseorang tidak mengambil manfaat untuk hati dan jasmaninya.Tidaklah akan tegak sesuatu tanpa keseimbangan, barangsiapa yang berpegang dengan ini, maka sungguh dia telah mengambil kebaikan yang banyak untuknya. Wallahul musta’an.”

(Madarijus salikin:1/459).

Semoga ucapan beliau bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=89:aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah&catid=31:adab-a-akhlak&Itemid=29