Tag

, , ,

PANDUAN UNTUK CALON MAHASISWA (bagian I)

Oleh Abu Idris Carko Budiyanto

” Memilih jurusan (prodi) sama seperti memilih calon istri/suami. Salah dalam memilih akan berakibat kurang baik di belakangnya. Kita harus benar-benar pandai menentukan apa yang paling tepat untuk diri kita dari sekian banyak yang ditawarkan.”

Mungkin Anda yang baru saja lulus SMA akan merasakan kebingungan. Bingung mau ambil jurusan apa, terus di PT mana, dan apa yang harus dilakukan.

Artikel yang sedang Anda baca ini akan mengupas hal itu semua. Artikel ini berisi tentang penglaman penulis dan menjawab beberapa pertanyaan yang pernah diajukan kepada penulis melalui blog ini.

PANDUAN PERTAMA

Bagaimana cara memilih jurusan yang tepat?

Memilih jurusan (prodi) sama seperti memilih calon istri/suami. Salah dalam memilih akan berakibat kurang baik di belakangnya. Kita harus benar-benar pandai menentukan apa yang paling tepat untuk diri kita dari sekian banyak yang ditawarkan.

Ada beberapa dampak yang dapat muncul akibat salah memilih jurusan, diantaranya :

1.      apa yang dipelajari di jurusan/prodi tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan dan inginkan. Misal : seorang yang suka dengan rumus-rumus kima, bahan-bahan kimia, dan yang semisal. Seharusnya dia masuk jurusan kimia fakultas MIPA, tapi malah masuk jurusan teknik kimia fakultas teknik atau jurusan pendidikan kimia fakultas pendidikan dan keguruan. Ketiga fakultas tersebut sama-sama mempelajari kimia, tetapi apa yang dipelajari berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

2.      lapangan/jenis pekerjaan di jurusan/prodi yang dipilih bila sudah lulus tidak sesuai dengan keinginan. Penjelasan sama seperti pada dampak no 1.

3.      ternyata kesempatan kerja pada jurusan/prodi yang dipilih tidak luas (susah mencari lapangan pekerjaan). Karena kesalahan poin inilah banyak sarjana yang menganggur. Betapa banyak kita dapatkan orang-orang yang belum memiliki pekerjaan hanya karena tidak tersedianya lapangna pekerjaan yang cukup. Walaupun sebenarnya seorang lulusan PT diharapkan mampu menciptakan lapangna pekerjaan sendiri. Namun, kenyataannya hal itu amat lah susah. Banyak sarjana yang tidak siap.

4.      ketiga dampak di atas akan membuat stress dan kurang semangat menjalani perkuliahan.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan dengan memilih jurusan yang tepat. Bahkan banyak sekali contoh yang menunjukan hal demikian. Terkadang seseorang berkarir dengan sukses tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya/jurusannya. Ada dokter yang menjadi presenter berita di salah satu televisi swasta, dokter menjadi pelawak, lulusan keguruan menjadi pengusaha sukses, dll.. Semua itu tergantung takdir Alloh subhanahu wata’ala yang dimanifestasikan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh. Dan kesuksesan seseorang yang paling tinggi dan tiada tara adalah manakala dia semakin mengenal Alloh, Rosul-Nya, dan agama Islam. Semakin dekat dengan Alloh, semakin dekat dengan surga, maka semakin sukses dia, walau kekayaan tidak berpihak padanya.

Sebagai manusia yang berakal, kita wajib berusaha memilih jalan yang terbaik dan selamat. Jangan kita menjerumuskan diri kita ke dalam kebinasaan. Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Berikut ini tips-tips memilih jurusan/prodi yang tepat :

1.      pilih jurusan/ prodi yang wilayah kerjanya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Poin ini sangat penting karena berhubungan dengan dosa dan pahala. Jangan sampai kita nantinya bekerja, ternyata pekerjaan kita haram. Seberapa besar pun gaji/pendapatan yang diterima tidak bermanfaat karena tidak berkah.

Selain itu, perlu niat yang lurus kenapa kita kuliah. Alangkah baiknya bila kuliah yang kita lakukan adalah untuk kebaikan umat, agar bisa menolong sesama manusia.

Poin ini tidak bisa sembarangan. Bila kita tidak tahu mana yang sesuai syariat dan mana yang bertentangan, kita harus bertanya kepada para ulama.

2.      kenali dengan baik jurusan/prodi yang akan Anda pilih. Anda harus mengetahui pelajaran apa yang diajarkan, berapa lama bisa menyelesaikan pelajaran, jenis pekerjaan apa yang bisa diraih dengan jurusan tersebut, seberapa luas lapangan pekerjaan, seberapa besar ilmu yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Untuk mengetahuinya, Anda dapat bertanya pada guru BK di sekolah, kakak kelas yang sudah menjadi mahasiswa, orang yang telah lulus dan bekerja, atau mencarinya di internet.

3.      jangan tertipu dengan nama dan label jurusan yang tampak keren. Nama yang keren tidak menunjukan jurusan tersebut baik dan cocok untuk Anda. Poin ini dikembalikan pada poin no 2.

4.      kenali kemampuan Anda. Kemampuan disini meliputi kemampuan kecerdasan, finansial, dan emosional. Pertimbangkan kecerdasan dan bakat Anda. Bila anda merasa mampu, ambil jurusan yang terfavorit. Kemampuan kecerdasan bukan hanya mampu mengerjakan soal-soal SNMPTN sehingga Anda bisa diterima di jurusan tersebut. Tetapi, pertimbangkan apakah Anda mampu mengikuti pelajaran saat Anda kuliah. Jangan sampai Anda menjadi stress gara-gara tidak mampu mengikuti pelajaran. Jangan pula kuliah tersendat-sendat, gara-gara tidak pernah lulus ujian.

Kenali pula bakat Anda. Kalau Anda memang tidak suka dengan hitung menghitung, ambil jurusan yang tidak banyak menghitung. Bila Anda sangat menyukai bahasa, ambilah jurusan bahasa. Jika Anda suka hapalan dan kesehatan, masuklah ke jurusan kedokteran. Kalau Anda merasa bingung karena menyukai semua pelajaran, semua nilainya bagus. Ini adalah keistimewaan Anda. Berarti Anda bisa masuk ke jurusan apa saja.

Kecerdasan memang tidak semata-mata karena bakat. Ada faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Anda harus rajin belajar, ulet, dan sungguh-sungguh.

Kedua adalah kemampuan finansial. Bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kemampuan finansial terbatas harus benar-benar selektif dan pandai memilih. Jangan sampai memilih jurusan yang membutuhkan biaya yang besar di luar kemampuan. Ini bisa menjadi beban, bahkan bisa terputus di tengah jalan. Pilihlah jurusan dengan biaya terjangkau atau pilihlah PTN yang terkenal murah tetapi berkualitas dan PT yang memberikan banyak beasiswa. (penjelasan mengenai hal ini insyaAlloh akan dibahas kemudian pada panduan kedua bagaimana cara memilih PT yang tepat).

Ketiga adalah kemampuan emosional. Kemampuan ini berkaitan dengan kesiapan Anda untuk memilih jurusan tersebut. Kesiapan sangat ditentukan oleh kemampuan kecerdasan dan finansial.

5.      diskusiakan dengan orang tua. Pada poin ini sering terjadi masalah dimana terjadi perbedaan keinginan antara calon mahasiswa dengan orang tuanya. Misal : calon mahasiswa ingin masuk jurusan seni, tapi orang tua ingin anaknya masuk kedokteran.

Pandangan orang tua tidak bisa kita patahkan begitu saja. Pandangan mereka dipenuhi dengan pengalaman hidup. Dan perlu kita ketahui bahwa tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya kepada kesengsaraan. Namun, terkadang karena orang tua sibuk bekerja, mereka tidak mengenali kemampuan dan kemauan anaknya.

Bila hal ini terjadi, dekatilah mereka. Buatlah dahulu orang tua bahagia dengan sesuatu yang bisa menyenangkan mereka. Kemudian dengan penuh hormat dan kelembutan ajaklah mereka berdiskusi. Sebutkan argumen dan alasan Anda memeilih jurusan tersebut. Sebutkan juga keuntungan dan kerugian dari masing-masing jurusan yang dipilih (oleh Anda dan orang tua). Bukan tidak mungkin dengan cara ini orang tua akan berbalik mendukung Anda bila pertimbangan yang Anda sampaikan benar. Dan sungguh hal yang sangat membahagiakan manakala keinginan kita selaras dengan orang tua.

6.      berdoa dan memohon petunjuk hanya kepada Alloh subhanahu wata’ala. Inilah tips terakhir dari penulis. Mintalah hanya kepada Alloh agar ditunjukan yang terbaik. Mohonlah agar dikabulkan apa yang dicita-citakan.

Ingat, Anda tidak boleh meminta kepada selain Alloh! Anda tidak boleh pergi ke dukun, bertanya ke peramal, pergi ke tempat keramat, pergi ke kuburan siapa pun untuk meminta. Bila Anda melakukannya, takutlah akan adzab Alloh, karena Anda telah berbuat syirik kepada Alloh.

Kenapa penulis mencantunkan poin ini? Karena penulis pernah melihat ada peserta SNMPTN yang membawa sorban, tasbeh, benda sejenis jimat, pensil yang sudah dikasih jampi-jampi, dan yang semisal dengan anggapan bahwa benda tersebut membawa keberuntungan. Inilah syirik. Hal tersebut memalingkan manusia bertawakal kepada Alloh.

Demikian, sedikit yang bisa penulis sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Semoga adik-adik semua yang akan mengikuti SNMPTN dan ujian yang semisal, dapat lulus dan diterima di jurusan/prodi yang diinginkan. Semoga adik-adik tidak salah ambil jurusan dan bisa memilih jurusan/prodi yang tepat yang bisa membawa kebaikan.

Nantikan artikel selanjutnya :

Bagaimana cara memilih PT yang tepat

Bagaimana cara mempersiapkan ujian