TUMBUH KEMBANG ANAK DAN GANGGUAN BICARA

Ditulis oleh Abu Idris Carko Budiyanto Ath-Thobibi

Definisi

Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter), sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya. (Kania, 2006)

Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu:

1.      Faktor genetik

Faktor genetik ini yang menenutkan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya.

2.      Faktor lingkungan

Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya. (Kania, 2004; Harahap, 2004)

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:

1.   Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”)

Meliputi:

Ø      pangan/gizi

Ø      perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan yang teratur, pengobatan

Ø      pemukiman yang layak

Ø      kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan

Ø      pakaian

Ø      rekreasi, kesegaran jasmani

2.   Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”)

Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psikososial.

3.   Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”)

Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya.

Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. (Kania, 2006)

Gangguan tumbuh kembang

Penyimpangan tumbuh kembang adalah keadaan proses pertumbuhan dan perkembangan yang tidak wajar atau terganggu/terhambat, dapat terjadi pada tahap uterin, kelahiran, dan pascalahir. Masalah penyimpangan tumbuh kembang secara praktis dibagi menjadi dua, yaitu :

1.      Penyimpangan pertumbuhan dengan menggunakan tolak ukur pertumbuhan : antropometri dan penyimpangan bentuk tubuh.

2.      Penyimpangan perkembangan dengan menggunakan tolak ukur perkembangan :

a.       Motorik kasar

b.      Motorik halus

c.       Kepribadian sosial

d.      Bahasa (Irwanto, dkk., 2006)

Gangguan bicara dan bahasa

Ada perbedaan antara bicara dan bahasa. Bicara adalah pengucapan, yang menunjukkan keterampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata. Bahasa berarti menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi. Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dilihat dan apa yang didengar. Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara simbolis baik visual (menulis, memberi tanda) atau auditorik.

Tahap Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak :

Umur Kemampuan Reseptif Kemampuan Ekspresif
Lahir Melirik ke sumber suara Menangis
2 – 4 bulan Memperlihatkan ketertarik-an terhadap suara-suara Tertawa dan mengoceh tanpa arti
6 bulan Memberi respon jika nama-nya dipanggil Mengeluarkan suara yang merupakan kombinasi huruf hidup (vowel) dan huruf mati (konsonan)
9 bulan Mengerti dengan kata-kata yang rutin (dada) Mengucapkan “mama”, “dada”
12 bulan Memahami dan menuruti

perintah sederhana

Bergumam, Mengucapkan satu kata
15 bulan Menunjuk anggota tubuh Mempelajari katakata dengan perlahan
18 – 24 bulan Mengerti kalimat Menggunakan/merangkai dua kata
24 – 36 bulan Menjawab pertanyan

Mengikuti 2 langkah perintah

Frase 50% dapat dimengerti Membentuk 3 (atau lebih) kalimat, Menanyakan “apa”
36 – 48 bulan Mengerti banyak apa yang

diucapkan

Menanyakan “mengapa”, Kalimat 75% dapat dimengerti, bahasa sudah mulai jelas, menggunakan lebih dari 4 kata dalam satu kalimat
48 – 60 bulan Mengerti banyak apa yang

dikatakan, sepadan dengan fungsi kognitif

Menyusun kalimat dengan baik, Bercerita, 100% kalimat dapat dimengerti

Penyebab Gangguan Bicara dan Bahasa menurut Blager BF

Penyebab Efek pada Perkembangan Bicara
1. Lingkungan

a. Sosial ekonomi kurang

b. Tekanan keluarga

c. Keluarga bisu

d. Dirumah menggunakan bahasa

bilingual

a. Terlambat

b. Gagap

c. Terlambat pemerolehan bahasa

d. Terlambat pemerolehan struktur bahasa

2. Emosi

a. Ibu yang tertekan

b. Gangguan serius pada orang tua

c. Gangguan serius pada anak

a. Terlambat pemerolehan bahasa

b. Terlambat atau gangguan perkembanganbahasa

c. Terlambat atau gangguan perkembanganbahasa

3. Masalah pendengaran

a. Kongenital

b. Didapat

a. Terlambat atau gangguan bicara permanen

b. Terlambat atau gangguan bicara permanen

4. Perkembangan terlambat

a. Perkembangan lambat

b. Perkembangan lambat, tetapi

masih dalam batas ratarata

c. Retardasi mental

a. Terlambat bicara

b. Terlambat bicara

c. Pasti terlambat bicara

5. Cacat bawaan

a. Palatoschizis

b. Sindrom Down

a. Terlambat dan terganggu kemampuanbicara

b. Kemampuan bicaranya lebih rendah

6. Kerusakan otak

a. Kelainan neuromuskular

b. Kelainan sensorimotor

c. Palsi serebral

d. Kelainan persepsi

a. Mempengaruhi kemampuan menghisap, menelan, mengunyah dan akhirnya timbul gangguan bicara dan artikulasi seperti disartria

b. Mempengaruhi kemampuan menghisap, menelan, akhirnya menimbulkan gangguan artikulasi, seperti dispraksia

c. Berpengaruh pada pernapasan, makan dan timbul juga masalh artikulasi yang dapat mengakibatkan disartria dan dispraksia

d. Kesulitan membedakan suara, mengerti bahasa, simbolisaasi, mengenal konsep, akhirnya menimbulkan kesulitan belajar di sekolah

Penatalaksanaan Gangguan Bicara dan Bahasa menurut Blager BF

Masalah Penatalaksanaan Rujukan
1. Lingkungan

a. Sosial ekonomi kurang

b. Tekanan keluarga

c. Keluarga bisu

d. Dirumah menggunakan

bahasa bilingual

a. Meningkatkan stimulasi

b. Mengurangi tekanan

c. Meningkatkan stimulasi

d. Menyederhankan masukan bahasa

a. Kelompok BKB (Bina Keluarga dan Balita)

atau kelompok bermain

b. Konseling keluarga

c. Kelompok BKB/bermain

d. Ahli terapi wicara

2. Emosi

a. Ibu yang tertekan

b. Gangguan serius pada keluarga

c. Gangguan serius pada anak

a. Meningkatkan stimulasi

b. Menstabilkan lingkungan emosi

c. Meningkatkan status emosi anak

a. Konseling, kelompok BKB/bermain

b. Psikoterapis

c. Psikoterapis

3. Masalah Pendengaran

a. Kongenital

b. Didapat

a. Monitor dan obati kalau memungkinkan

b. Monitor dan obati kalau memungkinkan

a. Audiologis/ahli THT

b. Audiologis/ahli THT

4. Perkembangan Lambat

a. Dibawah ratarata

b. Perkembangan terlambat

c. Retardasi Mental

a. Tingkatkan stimulasi

b. Tingkatkan stimulasi

c. Maksimalkan potensi

a. Ahli terapi wicara

b. Ahli terapi wicara

c. Program khusus

5. Cacat bawaan

a. Palatoschizis

b. Sindrom Down

a. Monitor dan dioperasi

b. Monitor dan stimulasi

a. Ahli terapi wicara setelah operasi

b. Rujuk ke ahli terapi wicara, monitor pendengarannya

6. Kerusakan otak

Palsi serebral

Mengoptimalkan

kemampuan fisik

kognitif dan bicara anak

Rujuk ke ahli

rehabilitasi, ahli terapi

wicara

(Irwan dan Rahmi, 2008)

Daftar Pustaka

  1. Harahap, Heryudarini. 2004. Masalah Gizi Mikro Utama dan Tumbuh Kembang Anak di Indonesia. http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/09145/heryudarini_harahap.pdf (25 Februari 2010)
  2. Irwan dan Rahmi. 2008. Gangguan Bicara dan Bahasa pada Anak. http://www.dokteranakku.com/wp-content/downloads/Buku%20gangguan%20bicara%20dan%20bahasa.pdf (25 Februari 2010)
  3. Irwanto, dkk. 2006. Kuliah Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak. http://www.pediatrik.com/pkb/061022022956-57×6138.pdf (25 Februari 2010)
  4. Kania, dr. Nia. 2004. Upaya Peningkatan Tumbuh Kembang Anak. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/02/upaya_peningkatan_tumbuh_kembang_anak.pdf (25 Februari 2010)
  5. Kania, dr. Nia. 2006. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content//uploads/2010/02/stimulasi_tumbuh_kembang_anak_optimal.pdf/ (25 Februari 2010)