Bismillahirrohmanirrohim

Fatwa Ulama Tentang Kesehatan

Pertanyaan :

Sebagian wanita mengalami kesulitan dalam melahirkan kandungannya sehingga terpaksa dilakukan pembedahan yang berarti anak yang dilahirkan tidak melalui kemaluan. Apa hukumnya wanita yang mengalami kasus seperti ini dari sisi darah nifasnya? Dan apa hukum mandi mereka secara syar’i?

Jawab :

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ yang saat itu diketuai Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rohimahullohu menjawab, “hukum bagi wanita yang mengalami kejadian demikian sama dengna hukum wanita-wanita lain yang mengalami nifas karena persalinan normal. Bila ia melihat keluarnya darah dari kemaluannya, ia meninggalkan sholat dan puasa sampai suci. Bila ia tidak lagi melihat keluarnya darah maka ia mandi, mengerjakan sholat dan puasa seperti halnya wanita-wanita yang suci.” (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal 70)

Dikutip dari Majalah Asy Syariah Vol IV/No. 44/1429 H/2008