Ditulis oleh Carko Budiyanto, Kategori : Islam, Sub : Perkataan Salaf

Wajibnya mengikuti Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh

Al Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit rohimahullohu berkata : “Bila aku mengatakan suatu ucapan yang menyelisihi Kitabulloh dan hadist Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tinggalkanlah ucapanku.”

Al Imam Malik bin Anas rohimahullohu berkata : “Sesungguhnya aku tidak lain adalah manusia yang bisa salah dan bisa benar. Hendaknya kalian teliti pendapatku. Segala pendapatku yang sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunah maka ambilah. Adapun yang tidak sesuai dengan Al-Kitab dan As-sunah maka tinggalkanlah.”

Al Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rohimahullohu berkata : “Tidak ada seorang pun kecuali dia lupa atau tidak mengetahui sebagian Sunnah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, bagaimana pun pendapat yang aku ucapkan atau kaidah ushul yang aku buat, namun ternyata dalam hal itu ada sesuatu dari Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyelisihi pendapatku, maka pendapat yang benar adalah yang diucapkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan itu pula yang menjadi pendapatku.”

Al Imam Ahmad bin Hambal rohimahulloh berkata : “Pendapat Al-Auza’i, pendapat Malik, pendapat Abu Hanifah, semuanya adalah pendapat manusia. Semuanya sama menurutku. Yang menjadi hujjah hanyalah apa yang terdapat dalam atsar (yakni Hadist, pent).”

(Dikutip dari majalah Asy-syariah Edisi 40, hal 1 bagian Permata Salaf, Diambil dari Shifat Sholatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullohu hal 46-53)

Tidaklah pantas seorang hanya mengikuti pendapatnya atau pendapat golongan atau pendapat kelompok atau pendapat hizbi tertentu, sedang sudah jelas dalam Al-Qur’an dan As-Sunah hal tersebut. Apalagi hanya mengikuti pendapat orang belakangan yang tidak dekat dengan ilmu, sedang pendapat orang tersebut bertentangan dengan ulama dan orang-orang terdahulu yang selamat (salaf). Banyak dari manusia yang mengatakan, “ Itu kan pendapatmu, pendapatku seperti ini……” Wahai saudaraku, sombong sekali Engkau. Bila sudah dijelaskan dari Al-Kitab dan AS-Sunnah juga perkataan para sahabat, para salafus sholih, berarti itulah pendapat yang benar. Semoga kita semua diberi taufik dan hidayah oleh Alloh Ta’ala agar kita selalu ada dalam jalan yang lurus, yaitu jalan as salaf. Tinggalkanlah fanatik golongan, ikutilah hanya Al-Kitab dan As-Sunnah..