Inilah kenapa rokok haram

Bismillah

racun dalam rokok

Kandungan racun dalam sebatang rokok :

  1. Asam asetik : zat yang terdapat dalam pemebersih lantai
  2. Naptalin : zat yang terdapat dalam bola-bola pewangi pakaian
  3. Asetanisol : zat yang terdapat dalam parfum
  4. Kadmium : zat beracunyang terdapat dalam baterai
  5. Hidrogen sianida : zat yang terdapat dalam racun tikusAseton : zat yang terdapat dalam cat, penghilang kuteks
  6. Polonium 210 : zat yang pernah digunakan bekas mata-mata rusia untuk membunuhMetanol : zat yang bisa digunakan sebagai bahan bakar
  7. Hemoglobin babi : salah satu zat yang digunakan sebagai bahan pembuat filter rokok
  8. Urea : zat yang terdapat dalam air seni, tinta, pupuk, dll
  9. Hidrasin : zat yang terdapat dalam bahan bakar roket
  10. Cinnamaldehyde : zat yang terdapat dalam racun anjing dan kucing
  11. Toluene : zat yang terdapat dalam bensin
  12. Geranoil : zat aktif dalam pestisida
  13. Formalin : zat untuk mengawetkan kodok, kupu-kupu, jenis-jenis serangga, dan jenazah
  14. Sodium hidroksida : zat yang terdapat dalam penghilang bulu ketek / kaki

Bayangkan, setiap hari anda mengkonsumsi racun tersebut. Maka, sedikit demi sedikit anda telah membunuh diri anda sendiri dan orang disekitar anda yang menghisap asap rokok anda.

Selain itu, ada bahan yang amat jelas haram, yaitu hemoglobin babi yang digunakan untuk membuat filter rokok.

Masihkah anda mau merokok?

Sumber gambar : Dinas Kesehatan yang bersumber dari WHO.

Al Quran Sebagai Penyembuh

Tag

, , , , , ,

Bismillah

Alloh subhanahu wata’ala berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al Isra’ : 82)

Dalam kitab Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim berkata :

“Al Quran adalah penyembuh yang sempurna dari segala jenis penyakit jiwa da raga, serta penyembuh yang sempurna bagi segala jenis penyakit dunia dan akhirat. Tapi tidaklah semua orang akan sembuh diobati dengan Al Quran. Jika seorang yang sedang sakit dapat dengan baik menggunakan Al Quran sebagai obat, dengan menggunakannya pada penyakit yang dideritanya secara sungguh-sungguh dan penuh keimanan, disertai kepercayaan yang kuat dan keimanan yang mantap, sekaligus menyempurnakan syarat-syaratnya, maka penyakit tidak dapat melawan selama-lamanya. Bagaimana mungkin penyakit itu dapat melawan perkataan Robb penguasa langit dan bumi, yang bilamana firman-firman-Nya itu diturunkan kepada gunung-gunung, tentulah gunung-gunung tersebut akan terbelah? Atau seandainya diturunkan kepada bumi niscaya bumi akan hancur berkeping-keping. Maka tidak ada satupun penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit badan, kecuali di dalam Al Quran telah ada panduan mengenai obat dan sebab penyakit tersebut. Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan dengan Al Quran, maka Alloh tidak akan mengobati penyakitnya. Dan barangsiapa yang tidak cukup diobati dengan Al Quran, maka Alloh tidak akan membuatnya cukup berobat dengan obat-obat yang lain.” (Zadul Ma’ad 4/352)

Renungan untuk semua orang

Bismillah

Alloh subhanahu wata’ala berfirman :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku” (QS Asy Syu’ara: 80)

Sesungguhnya bukan obat atau terapi yang menyembuhkan, tapi Alloh lah yang menyembuhkan. Obat hanyalah alat untuk mencapai kesembuhan.

PROTON PUMP INHIBITOR MENINGKATKAN RISIKO TERJADINYA DIARE AKIBAT CLOSTRIDIUM DIFFICILE

Tag

, , , , ,

Bismillah

PROTON PUMP INHIBITOR MENINGKATKAN RISIKO TERJADINYA DIARE AKIBAT CLOSTRIDIUM DIFFICILE

Oleh Carko Budiyanto, S. Ked

Pada tanggal 8 Februari 2012, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah mengeluarkan pengumuman terkait dengan proton pump inhibitor. Pengumuman tersebut mengatakan bahwa proton pump inhibitor (PPIs) dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk munculnya diare terkait Clostridium difficile (CDAD – clostridium difficile associated diarrhe), yang dapat memicu masalah usus lebih serius.

Bakteri C difficile adalah bakteri yang dapat menyebabkan diare ringan sampai berat. Banyak orang yang memiliki C difficile pada ususnya tetapi tidak menimbulkan gejala. Bagi orang sehat, C difficile tidak menimbulkan risiko kesehatan. Orang tua dan mereka dengan penyakit lain atau yang minum antibiotik, berada pada risiko yang lebih besar untuk terinfeksi.

Telah diketahui bahwa orang yang mengkonsumsi antibiotik rentan terinfeksi C difficile. Antibiotik dapat mengubah dan membunuh bakteri baik dalam usus. Bila bakteri baik dalam usus berjumlah sedikit, C difficile memiliki kesempatan untuk berkembang dan menghasilkan toksin. Toksin inilah yang merusak usus dan menyebabkan diare.

Selain penggunaan antibiotik, orang-orang berikut ini menjadi lebih rentan terinfeksi C difficile, antara lain : orang lanjut usia / geriatri, penggunaan kemoterapi kanker.

Gejala CDAD antara lain : diare cair, demam, kehilangan nafsu makan, mual, dan nyeri perut.

Kali ini, FDA mengumumkan bahwa PPI juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya CDAD. Diagnosis CDAD harus dipertimbangkan pada pasien yang menggunakan PPI yang mengalami diare yang tidak kunjung sembuh. FDA akan bekerja sama dengan berbagai produsen obat PPI untuk menyertakan informasi tentang peningkatakan risiko CDAD pada label obat tersebut.

PPI adalah salah satu obat gastrointestinal yang bekerja dengan menghambat sekresi asam lambung. PPI merupakan derivat benzimidazol yang bekerja pada bagian sekretori sel-sel parietal lambung dan berikatan dengan saluran H+/K+-ATPase. Seluruh PPI diindikasikan untuk gastritis, gastroesofageal refluks (GERD), ulser lambung dan duodenum, inflamasi pada esofagus,  dan perdarahan saluran cerna dengan efektivitas klinis yang hampir sama. Selain itu, PPI digunakan sebagai salah satu terapi eradikasi H pylori bersama dengan beberapa antibiotik. PPI memiliki efek penekanan sekresi asam lambung yang lebih baik dari pada antihistamin 2 pada dosis yang efek sampingnya tidak terlalu mengganggu.

PPI yang dimaksud FDA adalah sebagai berikut :

  • dexlansoprazole ( Dexilant , Takeda Farmasi Amerika Utara)
  • esomeprazole magnesium ( Nexium , AstraZeneca)
  • esomeprazole magnesium dan naproxen ( VIMOVO , AstraZeneca)
  • lansoprazole ( Prevacid , Takeda Farmasi Amerika Utara) dan obat bebas Prevacid 24-jam
  • omeprazole ( Prilosec , Procter & Gamble) dan obat bebas
  • omeprazole (omeprazole) OTC
  • omeprazole dan sodium bikarbonat ( Zegerid , Merck) dan obat bebas
  • pantoprazole natrium ( Protonix , Pfizer)
  • rabeprazole natrium ( AcipHex , Eisai)

Akhirnya, FDA merekomendasikan bahwa :

  1. Diagnosis CDAD harus dipertimbangkan bagi pengguna PPI denga diare yang tidak membaik
  2. Pasien dianjurkan untuk segera mencari pertolongan kepada tenaga medis bila mengalami diare dengan tinja cair, demam, dan nyeri perut saat mengkonsumsi PPI.
  3. Pasien harus menggunakan PPI dengan dosis terendah dan durasi terpendek sesuai dengan kondisi penyakitnya.

Sumber :

  1. Food and Drug Administration http://www.fda.gov/Safety/MedWatch/SafetyInformation/SafetyAlertsforHumanMedicalProducts/ucm290838.htm
  2. Medscape. http://www.medscape.com/viewarticle/758268
  3. Learn Pharmacia http://learnpharmacia.blogspot.com/2011/09/dispepsia-drugs-proton-pump-inhibitor.html
  4. Public Health Agency of Canada http://www.phac-aspc.gc.ca/id-mi/cdiff-eng.php
  5. Farmakologi dan Terapi FKUI edisi 5.