kedokteran islam

to be a great doctor on sunnah

Kenapa Harus Imunisasi?

Ditulis oleh Carko Budiyanto

Kekebalan Tubuh

Lingkungan di sekitar manusia mengandung berbagai jenis unsur penyakit (patogen), misalnya bakteri, virus, fungus, protozoa, dan parasit, yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Infeksi yang terjadi pada orang normal umumnya singkat dan jarang menimbulkan kerusakan permanen. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki suatu sistem yang disebut sistem imun (kekebalan) yang memberikan respon dan melindungi tubuh terhadap unsur-unsur patogen tersebut.

Bila sistem imun terpapar pada zat yang dianggap asing, maka ada 2 jenis respon imun yang akan terjadi, yaitu :

  1. respon imun nonspesifik.

Respon imun nonspesifik umumnya merupakan kekebalan bawaan dalam arti bahwa respon terhadap zat asing dapat terjadi walaupun tubuh sebelumnya tidak pernah terpapar pada zat tersebut.

  1. respon imun spesifik.

Respon imun spesifik merupakan respon didapat yang timbul terhadap zat asing tertentu, terhadap mana tubuh pernah terpapar sebelumnya. Respon imun jenis ini memiliki memori sehingga paparan berikutnya akan meningkatkan keefektifan mekanisme pertahanan tubuh. Sifat demikian tidak dimiliki oleh sistem imun bawaan. Respon imun spesifik merupakan dasar dilakukannya vaksinasi.

Dilihat dari cara timbulnya, terdapat 2 jenis kekebalan, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh, bukan dibuat oleh individu itu sendiri. Contohnya adalah kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah pemberian suntikan imunoglobulin. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari, sedangkan yang lainnya lebih pendek. Kekebalan aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen (zat asing) seperti pada vaksinasi, atau terpajan secara alamiah.

Berdasarkan respon yang terjadi kekebalan aktif dibagi 2, yaitu respon primer dan respon sekunder. Respon imun primer adalah respon imun yang terjadi pada pajanan pertama kalinya dengan antigen. Antibodi yang terbentuk pada respon imun primer kebanyakan adalah IgM dan IgG dengan titer yang lebih rendah dibandingkan dengan respon imun sekunder, demikian pula dengan afinitasnya serta lag phase (waktu yang dibutuhkan tubuh untuk memberi respon) lebih lama. Respon imun sekunder terjadi pada pajanan kedua dan seterusnya, terhadap zat asing. Antibodi yang dibentuk terutama IgG dengan titer (jumlah) yang lebih besar dan afinitas yang lebih tinggi serta lag phase yang singkat. Nah, inilah yang dijadikan dasar vaksinasi. Tubuh bayi yang belum pernah terpajan zat asing diberi vaksin sehingga akan terbentuk respon imun primer. Bila suatu saat, bayi terpajan oleh kuman (zat asing) yang sesungguhnya, maka akan terbentuk respon imun sekunder sehingga tubuh akan lebih banyak, lebih cepat, dan lebih kuat memberantas zat asing tersebut dan tidak menimbulkan sakit.

Aspek Imunisasi

Perlu diketahui bahwa istilah imunisasi dan vaksinasi seringkali diartikan sama. Padahal, tidak lah sama. Imunisasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk membuat tubuh kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi dibagi menjadi 2, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif adalah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan kepada tubuh dari antigen yang berasal dari suatu patogen, dengan harapan tubuh akan membentuk sistem kekebalan terhadap patogen tersebut. Imunisasi aktif sering disebut dengan vaksinasi.

Sedangkan imunisasi pasif adalah memberikan imunoglobulin (kekebalan yang sudah jadi) kepada tubuh seseorang sehingga dapat memberikan perlindungan dengan segera dan cepat yang seringkali dapat terhindar dari kematian. Hanya saja perlindungan tersebut tidaklah permanen melainkan berlangsung beberapa minggu saja. Demikian pula cara tersebut adalah mahal dan memungkinkan anak justru menjadi sakit karena secara kebetulan atau karena suatu kecelakaan serum yang diberikan tidak bersih dan masih mengandung kuman yang aktif.

Dengan demikian vaksinasi dengan imunisasi tidak lah sama. Vaksinasi adalah bagian dari imunisasi. Namun, tidak semua imunisasi adalah vaksinasi.

Jenis-Jenis Vaksin

Pada dasarnya vaksin dibuat dari :

  1. Kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan.

Vaksin hidup dibuat dari virus atau bakteri liar penyebab penyakit. Virus atau bakteri liar ini dilemahkan di laboratorium, biasanya dengan cara pembiakan berulang-ulang, misalnya vaksin campak yang dipakai sampai sekarang, diisolasi untuk mengubah virus liar campak menjadi virus vaksin dibutuhkan 10 tahun dengan cara melakukan penanaman pada jaringan media pembiakan secara serial dari seorang anak yang menderita penyakit campak pada tahun 1954.

Vaksin yang dimatikan dihasilkan dengan cara membiakan bakteri atau virus dalam media pembiakan, kemudian dibuat tidak aktif dengan penambahan bahan kimia (biasanya formalin).

Contoh vaksin yang dimatikan : vaksin polio salk, vaksin batuk rejan. Contoh vaksin yang dilemahkan : vaksin BCG, vaksin polio sabin, vaksin campak.

Adapun media pembiakan (tempat menumbuhkan kuman sehinga menjadi banyak sebelum dibuat vaksin) itu bermacam-macam. Kuman penyebab demam kuning ditumbuhkan di dalam media yang terbuat dari embrio ayam, kuman polio ditumbuhkan dalam media yang terbuat dari sel ginjal monyet, kuman tuberkulosis (BCG) ditumbuhkan dalam media bakteriologik.

Jadi tidak seperti yang ditanyakan oleh ummi syakir di atas, vaksin tidak lah mengandung bahan-bahan seperti sel ginjal monyet, sel kanker, atau sel babi. Hanya saja kuman yang dibuat vaksin harus ditumbuhkan dulu di media pembiakan yang sudah kami sebutkan di atas, sebelum dijadikan vaksin. Kenapa harus dibiakan? Agar didapatkan kuman yang lemah atau mati sehingga tidak menyebabkan sakit pada bayi.

Baca selebihnya »

Maret 21, 2009 Ditulis oleh ackogtg | KEDOKTERAN | | & Komentar

Sindroma Terowongan Karpal

Ditulis oleh Carko Budiyanto

Sindroma Terowongan Karpal

Pendahuluan

Salah satu penyakit yang sering mengenai nervus medianus adalah neuropati tekanan/ kompresi. Di pergelangan tangan, nervus medianus berjalan melalui terowongan karpal (carpal tunnel) dan menginnervasi kulit telapak tangan dan punggung tangan di daerah ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi radial jari manis. Pada saat berjalan melalui terowongan inilah nervus medianus paling sering mengalami tekana yang dapat menyebabkan terjadinya neuropati tekanan yang dikenal dengan istilah Sindroma Terowongan Karpal (STK).

Tahun 1988, Wibowo melakukan studi prospektif pasien STK di Jakarta dan mendapatkan 58 pasien, yang teridri dari 8 laki-laki dan 50 wanita dengan usia terbanyak 46-59 tahun. Wanita yang menderita STK 2-5 kali lebih banyak daripada laki-laki.

Definisi

STK merupakan neuropati tekanan pada saraf medianus dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, disebabkan tekanan mekanis oleh suatu gerakan berulang dan ritmis.

Baca selebihnya »

Maret 12, 2009 Ditulis oleh ackogtg | KEDOKTERAN | | & Komentar

Defek Septum Ventrikel (VSD)

Defek Septum Ventrikel (VSD)

Carko Budiyanto, G 0007049, Tutor : dr. Imam Syafi’i, M.Kes

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

2009

Pendahuluan

Istilah defek septum ventrikel menggambarkan suatu lubang pada sekat ventrikel. Defek tersebut dapat terletak di manapun pada sekat ventrikel, dapat tunggal atau banyak, dan ukuran serta bentuknya dapat bervariasi (Fyler, 1996).

VSD merupakan kelainan jantung bawaan yang tersering dijumpai, yaitu 33% dari seluruh kelaianan jantung bawaan (Rilantono, 2003). Tergantung pada umur anak yang diperiksa dan jenis pemeriksaan, angka berkisar 1 sampai 7 per 1000 kelahiran hidup diketahui sebagai insidens defek sekat ventrikel. Perlu direncanakan pelayanan diagnostik dan terapeutik pada bayi atau anak dengan kelainan tersebut (Fyler, 1996).

Embriologi

Defek septum ventrikel disebabkan oleh keterlambatan penutupan sekat interventrikuler sesudah kehidupan interauterin 7 minggu pertama, alasan penutupan terlambat atau tidak sempurna belum diketahui. Kemungkinan faktor keturunan berperan dalam hal ini. Defek septum ventrikel adalah jelas lebih sering pada bayi prematur dan pada mereka yang berat badan lahir rendah, dengan laporan insidensi setinggi 7,06 per 1000 kelahiran prematur hidup (Fyler, 1996).

Baca selebihnya »

Maret 12, 2009 Ditulis oleh ackogtg | KEDOKTERAN | | & Komentar

Gagal Jantung (Decompensatio Cordis)

Ditulis oleh Carko Budiyanto

Gagal Jantung (Decompensatio Cordis)

Pendahuluan

Berdasar definisi patofisiologik gagal jantung (decompensatio cordis) atau dalam bahasa inggris Heart Failure adalah ketidakmampuan jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan pada saat istirahat atau kerja ringan. Hal tersebut akan menyebabkan respon sistemik khusus yang bersifat patologik (sistem saraf, hormonal, ginjal, dan lainnya) serta adanya tanda dan gejala yang khas (Fathoni, 2007).

Prevalensi gagal jantung di negara berkembang cukup tinggi dan makin meningkat. Oleh karena itu gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang utama. Setengah dari pasien yang terdiagnosis gagal jantung masih punya harapan hidup 5 tahun (Fathoni, 2007). Penelitian Framingham menunjukkan mortalitas 5 tahun sebesar 62% pada pria dan 42% wanita ( Sugeng dan Sitompul, 2003).

Berdasar perkiraan tahun 1989, di Amerika terdapat 3 juta penderita gagal jantung dan setiap tahunnya bertambah 400.000 orang. Walaupun angka-angka yang pasti belum ada untuk seluruh Indonesia, dapat diperkirakan jumlah penderita gagal jantung akan bertambah setiap tahunnya (Sugeng dan Sitompul, 2003).

Baca selebihnya »

Maret 10, 2009 Ditulis oleh ackogtg | KEDOKTERAN | , , , | & Komentar

Adab Ketika Sakit

Penulis : Al-Ustadz Abul ‘Abbas Muhammad Ihsan

Bismillah

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat hikmah dan keadilan-Nya menimpakan berbagai ujian dan cobaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman pada khususnya, dan seluruh makhluk pada umumnya.
Di antara bentuk ujian dan cobaan itu adalah adanya berbagai jenis penyakit di zaman ini, karena kemaksiatan dan kedurhakaan umat terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)
Islam adalah agama yang sempurna, yang menuntut seorang muslim agar tetap menjaga keimanannya dan status dirinya sebagai hamba Allah.

Di antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara adab-adab tersebut adalah: Baca selebihnya »

Maret 2, 2009 Ditulis oleh ackogtg | ISLAM | | Belum Ada Tanggapan